Hobi 'Nonton Film' di Kala Jam Kosong

Hobi 'Nonton Film' di Kala Jam Kosong - Ada banyak hal yang sangat menarik untuk dibahas dari tingkah laku para pelajar di Indonesia zaman sekarang. Para pelajar ini tidak pernah kehabisan akal untuk menghibur diri di kala senggang, utamanya jam kosong.

"Habiskan masa mudamu dengan sebaik-baiknya hingga tak ada penyesalan di hari tua."

Jam kosong adalah jam yang dipandang sangat penting bagi pelajar. Hal ini karena jam kosong adalah waktu dimana pada jam mata pelajaran tertentu, guru yang seharusnya mengajar berhalangan hadir di kelas. Karena guru berhalangan hadir, otomatis tidak ada pelajaran alias jam kosong, sehingga momen ini digunakan sebaik-baiknya oleh para pelajar untuk bersantai.

Hobi 'Nonton Film' di Kala Jam Kosong

Ada banyak hal yang biasa dilakukan oleh para pelajar, salah satunya yaitu 'nonton film'.  Kelas mendadak disulap menjadi bioskop. Dengan bermodalkan 1 buah laptop, film pun dapat dinikmati oleh khalayak siswa 1 kelas. Cara menikmatinya pun beragam, ada yang ditonton dengan cara merapat ke dekat laptop, ada juga yang menggunakan fasilitas LCD dari sekolah untuk menayangkan film agar terlihat oleh seluruh anak.

Film yang ditonton juga biasanya tergantung dari kehendak si pemilik laptop. Bila si pemilik laptop maunya nonton film Conjuring, ya diputarlah film Conjuring. Yang lain tinggal nurut saja sama yang punya laptop. Tapi aturan ini tidak berlaku bagi beberapa kelas yang menganut sistem suara terbanyak.

Hobi 'Nonton Film' di Kala Jam Kosong

Film yang ditonton biasanya hasil dari download di internet, sebut saja situs Ganool.com yang merupakan situs paling populer soal film. Tapi ada juga salah satu siswa yang membawa sendiri kaset film untuk ditonton bersama, atau istilah populernya 'Nobar' (Nonton bareng) di sekolah. Bila menggunakan LCD sebagai media untuk menayangkan film, tirai jendela pasti akan ditutup rapat sehingga suasana di dalam kelas menjadi gelap dan visual film pun terlihat jelas. Penduduk di dalam kelas akan dipaksa diam demi menjaga kenyamanan orang lain saat menonton. Persis seperti suasana di bioskop yang asli. Sekalian juga deh ditambah pop corn dan cappucino biar makin nikmat.

"Pendidikan itu harusnya membuat anak-anak senang, bukan menderita karena terbebani."

Intinya, semua itu dilakukan hanya untuk mengisi kekosongan dari ketidakhadiran guru yang seharusnya mengajar di jam tersebut. Tapi semua itu kembali pada individu siswa masing-masing ingin melakukan apa. Dengan begini, masa-masa sekolah anda akan terasa berwarna dan tidak begitu-begitu saja alias hambar.

Tren Balapan di Kalangan Pelajar Indonesia

Tren Balapan di Kalangan Pelajar Indonesia

Tren Balapan di Kalangan Pelajar Indonesia - Balapan, mungkin kata – kata satu ini sudah tidak asing lagi di Indonesia, bagaimana bisa ? tentu bisa karena kata – kata ini sudah menjadi tontonan dan hobi bagi setiap orang di Indonesia dari yang balapan modern (Moto GP, F1, Rally) sampai balapan yang tradisional (Pacu Jawi, Makepung Balap Kerbau dan Karapan sapi) yah jenis jenis balapan diatas memang resmi dan dilakukan oleh ahlinya, namun tanpa kita sadari “balapan” menjadi tren dan budaya bagi pelajar di Indonesia mereka rela mengeluarkan uang jutaan rupiah demi hobi mereka, untuk lebih lengkapnya mari kita ulas lebih detail.

Budaya Balapan Seperti Apa yang Dilakukan Pelajar di Indonesia ?
Sebagian kecil dari para pelajar Indonesia menyukai balapan tradisional seperti Karapan Sapi yang sering kita jumpai di Madura tapi hanya sebagian kecil, dimana sebagian besarnya? Yah benar sebagian besar dari mereka menyukai balapan modern karena menurut mereka balapan modern lebih menantang, keren, dan memacu adrenalin

Sudut Pandang kata “Balapan” bagi Mereka...
Setelah kami mengadakan survey di kumpulan anak-anak yang hobi balapan ternyata 60% dari mereka masih menduduki bangku SMA , bangku yang harusnya dihabiskan untuk belajar demi masa depan di perguruan tinggi. “Jika kamu mencintai balapan, maka kamu harus mengorbankan semuanya demi balapan” ujar salah satu anggota komunitas balap liar yang merupakan salah satu pelajar di SMA Swasta di Surabaya. Memang tidak masuk akal kalimat tersebut untuk pelajar SMA bukankah pelajar harusnya belajar namun bagaimana kalimat yang seharusnya dilontarkan pembalap malah dilontarkan anak SMA? Mungkin inilah yang tidak diketahui oleh kita , munculnya paham yang salah membuat sebuah budaya baru yang dapat merugikan mereka sendiri.

Tren Balapan di Kalangan Pelajar Indonesia

Apa Saja yang Sudah Mereka Lakukan Demi “Balapan”?
Seperti yang kita tahu layaknya seorang pembalap sungguhan , mereka merombak sepeda mereka dengan sepeda yang menurut mereka pas untuk dibuat balapan, hal ini sangat membahayakan nyawa mereka karena setiap sepeda motor dibuat sesuai standar keselamatan apalagi dengan gaya menyetir remaja yang cenderung ugal - ugalan . Tidak hanya itu mereka rela tidak bersekolah demi memuaskan hobinya bahkan ada dari mereka yang meninggal karena kecelakaan.

Bukankah hal ini sangat disayangkan ? Masa remaja adalah masa yang sangat penting masa yang harusnya kita gunakan untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya , kita lihat pendidikan di Indonesia kita sering dengar ada guru yang bilang “Kalau nakal itu diluar! Jangan di sekolah!” kalimat ini cenderung membolehkan pelajar bertindak seenaknya diluar sekolah, padahal tujuan sekolah adalah untuk mengajari kita berperilaku saat di masyarakat nanti.

Corat Coret Kreatif ala Pelajar Indonesia

Corat Coret Kreatif ala Pelajar Indonesia - Dalam menempuh pendidikan, ada banyak sekali pelajar di seluruh dunia yang merasakan betapa beratnya menimba ilmu yang dimulai dari nol. Di Indonesia sendiri, kelas pendidikan anak-anak sudah dimulai dari Play Group. Dari Play Group, lalu ke tingkat SD (Sekolah Dasar), kemudian SMP (Sekolah Menengah Pertama), berlanjut ke SMA (Sekolah Menengah Atas), hingga ke jenjang perguruan tinggi selalu ada pengalaman menarik yang dapat diambil selain ilmu bagi masa depan kita.

Pendidikan merupakan segala bidang kehidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia.”

Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan. Banyak sekali pengalaman-pengalaman baru yang kita dapat seiring kita menempuh pendidikan.

"Pengalaman adalah guru yang terbaik."

Pengalaman paling berharga dalam menempuh pendidikan adalah dengan merasakan arti persahabatan. Banyak sekali perwujudan dari solidaritas antarpelajar dalam merayakan kesuksesan mereka untuk naik ke tingkat pendidikan selanjutnya, salah satunya adalah tradisi corat coret. Yang menjadi target dari kelakuan corat-coret para pelajar adalah dinding-dinding dan seragam putih mereka.

Corat Coret Merayakan Kelulusan

Banyak sekali kita jumpai para pelajar setelah pengumuman kelulusan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor untuk merayakan kelulusannya dalam keadaan seragam yang penuh cat semprot dan spidol. Sebenarnya hal ini sungguh disayangkan. Pasalnya, seragam yang mereka gunakan itu tidaklah gratis, melainkan dibeli menggunakan uang, apalagi itu uang milik orang tua, bukan uang mereka sendiri. Bahkan, Menteri Pendidikan sebelumnya, Muhammad Nuh, sempat melarang siswa-siswa untuk melakukan acorat-coret saat merayakan kelulusan. Para polisi pun dikerahkan untuk menindak mereka-mereka yang melanggar ucapan Bapak Menteri. Padahal, masih banyak kegiatan positif lainnya yang bisa dilakukan dalam rangka merayakan kelulusan bersama kawan-kawan seperjuangan kita.

Adapun corat-coret di dinding. Beberapa pelajar dari suatu sekolah memilih untuk mencorat-coret dinding. Entah itu dinding rumah orang, dinding pabrik, dinding jalan, bahkan dinding sekolah. Hal yang sering terpampang di dinding untuk merayakan kelulusan adalah "SMP/SMA blablabla lulus 100% !!!". Dengan menggunakan cat semprot, dinding pun menjadi penuh warna dan ramai dilihat, meskipun banyak pihak yang mengeluhkannya.

Corat Coret Sekedar Iseng/Hobi

Masih berbicara soal corat-coret, selain digunakan untuk merayakan kelulusan, kegiatan rutin corat-coret juga dilakukan pelajar dalam rangka mengembangkan kreatifitas tangan. Hanya saja kreatifitas tersebut tidak dituangkan pada tempatnya, melainkan menggunakan media seperti meja dan kursi kelas, dinding kelas, dinding kamar mandi, pintu kelas, pintu kamar mandi, dan di tempat tidak terduga seperti di batang pohon. Alat yang digunakan pun sederhana, kebanyakan menggunakan pulpen, tipe X, spidol, dan pensil. Wah-wah... Kreatifitas yang terbilang unik bagi anak yang terpelajar.


Dari mulai TK, hingga SMA, bahkan kuliah, masih jarang ditemui meja kelas yang benar-benar bersih dari tangan-tangan kreatif para siswa. Kalaupun bersih, percayalah, meja tersebut barusan diganti dengan meja yang baru. Adapun kursi yang juga menjadi obyek corat-coret para pelajar menggunakan tipe X.

Corat Coret Kreatif ala Pelajar Indonesia

Ketrampilan tangan mereka tidak sebatas pada meja dan kursi meja. Masih ada objek lain yang dijamah oleh tangan-tangan kreatif mereka, diantaranya pintu dan dinding. Kedua objek ini sering ditemui bersamaan ketika anda pergi ke kamar mandi sekolah. Perhatikan sekeliling anda. Bila kamar mandi tersebut belum pernah direnovasi, maka akan ditemui berbagai tulisan menarik dari para siswa. Mulai dari hinaan untuk seseorang, ungkapan cinta, comblang-comblangan, hingga menyinggung masalah supporter bola.

"Jadikan minimalitas menjadi kreatifitas."

Ada-ada saja tingkah laku anak muda zaman sekarang. Mereka mampu berkarya, menyalurkan kreatifitas, dan unjuk ketrampilan tangan, namun tidak pada tempatnya. Hal ini juga perlu menjadi sorotan pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan di negeri ini. Untuk mengatasi hal ini, bukanlah dengan melarang siswa menggunakan tipe x, pulpen, atau apapun itu yang dapat digunakan untuk corat-coret, melainkan dengan diadakannya sebuah media yang dapat menampung bakat mereka.

Sebaiknya pihak sekolah ataupun pemerintah perlu mengadakan lomba 'coretan terampil' untuk mengadu ketrampilan anak yang satu dengan yang lain. Atau sediakan media yang dapat digunakan siswa dalam bercorat-coret, misal saja dengan dipasangnya 'papan aspirasi corat coret' di kelas. Jadi papan tersebut nantinya akan digunakan di setiap kelas untuk menjadi obyek corat-coret dari mereka-mereka yang sering 'mewarnai' meja-meja dan kursi. Karena, hanya dengan adanya pelajaran Seni Budaya saja tidaklah cukup untuk menampung tangan kreatif mereka. Sekalian saja selenggarakan kompetisi body painting, gambar graffiti, atau apapun yang berkaitan dengan corat-coret. Dengan begitu para pelajar jadi sadar akan potensinya dalam hal corat-coret.

Budaya "Ragu" dalam Hidup Pelajar Indonesia

Budaya "Ragu" dalam Hidup Pelajar Indonesia

Budaya "Ragu" dalam Hidup Pelajar Indonesia Ragu merupakan salah satu budaya pelajar yang paling banyak ditemukan di Indonesia Bagaimana bisa? Bisa saja karena “RAGU” sudah tertanam dalam diri kita sejak kita lahir.

Apa sih “Ragu” Itu?
Ragu adalah kondisi dimana kita bingung saat menentukan sesuatu, kondisi dimana kita takut untuk melakukan sesuatu, dan kondisi yang dapat membuat kita gagal 100%, Kok Bisa? Karena “RAGU” cenderung membuat kita menjadi pesimis dan pesimis membuat presentase kegagalan kita meningkat menjadi 100 %.

Bagaimana “Ragu” dapat Memengaruhi Budaya Pelajar di Indonesia?
Itu sangat gampang karena di era globalisasi ini sudah sangat banyak anak yang pintar karena fasilitas pendidikan di Indonesia sudah sangat maju namun tanpa kita sadari kita hanya mendidik pelajar di Indonesia untuk mendapatkan nilai bagus dan bukan untuk mendapatkan skill yang mereka inginkan, coba kita lihat sekarang ini, semua diukur menggunakan nilai dari masing-masing mapel, tapi kita tidak tahu  bagaimana variasi cara yang mereka tempuh  mendapatkan nilai ,nah kita tahu bahwa istilah “nyontek” sudah terlalu mainstream di Indonesia setiap siswa selalu pernah melakukan ini dari zaman orde lama sampai sekarang , Tidak percaya? Buktikan sendiri!

Apa Hubungan “Nyontek” dengan “Ragu”?

Budaya "Ragu" dalam Hidup Pelajar Indonesia

Hubungan mereka sangatlah erat sesuai istilah “api dengan asap” bagaimana bisa? Mari kita ambil sedikit contoh, Siswa A dan Siswa B merupakan sahabat mereka selalu belajar bersama dan sewaktu ulangan pun mereka membantu (nyontek) satu sama lain , nah pada suatu ujian siswa A tidak masuk karena sakit, apa yang dilakukan siswa B ? siswa B dapat mengerjakan semua soal karena mereka selalu belajar bersama namun, ada hal yang sedikit mengganjal di pikiran si B, dia kehilangan rasa percaya diri karena siswa B selalu mencocokan pekerjaannya dengan siswa A di setiap ujian , akhirnya munculah si “RAGU” yang membuat semua jawaban siswa B menjadi goyah dan terpengaruh dengan jawaban temannya yang salah

Apa yang Diakibatkan Karena Budaya Ragu?
Ragu menghambat kita menuju kesuksesan karena  membuat mental kita menjadi rendah , kehilangan rasa percaya diri dan tidak mampu berkompetisi karena kita selalu bergantung terhadap orang lain, “RAGU” membuat skill dan kecerdasan kita tertutupi oleh keraguan.

Bagaimana Cara Menghilangkan Budaya Ragu?
Ragu merupakan budaya, budaya yang sudah mengakar dan berbuah di Indonesia, cara menghapus suatu budaya adalah dengan menciptakan suatu budaya baru yang dapat mengepistasi budaya “RAGU”.  Seperti budaya “PERCAYA DIRI” karena hanya dengan percaya diri kita dapat menghilangkan budaya ragu Munculkan kata kata motivasi pada diri kita "Jangan Ragu, Karena Ragu adalah awal dari kegagalan". Jangan pernah takut salah, karena kamu tidak akan sukses tanpa melakukan kesalahan!